Jaring 17 Waria dan Perempuan PSK, Satpol PP Serahkan ke Dissos untuk Pembinaan

Satuan Polisi Pamong Praja Bandar Lampung menjaring 17 waria dan perempuan pekerja seks komersial (PSK). Seluruh waria dan perempuan PSK yang terjaring itu menjalani pembinaan di Dinas Sosial.

"Tim Tibum (Ketertiban Umum) tadi malam (Rabu, 17/7/2019) menjaring 17 PSK. Rinciannya 11 perempuan PSK dan 6 waria PSK. Umurnya antara 35 tahun hingga 40 tahun," kata Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP Bandar Lampung Suhardi Syamsi, Kamis (18/7/2019).

Dari 11 perempuan PSK yang terjaring, satu orang di antaranya langsung dilepas. Itu setelah adanya jaminan dari keluarga.

 

"Pihak keluarga mengantarkan anak salah satu dari mereka. Anaknya masih kecil, masih disusui. Karena kasihan dengan anaknya dan dijamin keluarganya, maka dilepas," jelas Suhardi.

Dari hasil operasi tersebut, Satpol PP Bandar Lampung melakukan pendataan, lalu menyerahkan ke Dinas Sosial Bandar Lampung.

"Semalam tidak mungkin Dissos menerima. Maka paginya, setelah proses pendataan, kami serahkan ke Dissos. Ada sedikit nasihat yang diberikan supaya mereka tidak mengulangi, baru diantar ke Dissos," ujar Suhardi.

Menurut Suhardi, Dissos Bandar Lampung akan mengoordinasikan penggunaan panti sosial milik Dissos Lampung terkait tindak lanjut pembinaan.

"Kalau memang (program) pembinaan sudah dianggarkan, biasanya dilakukan pembinaan. Tapi kalau memang tidak ada anggarannya, sifatnya setelah didata, lalu dilepas. Dipanggil keluarganya untuk memberi jaminan agar tidak mengulangi," terangnya.

Suhardi menambahkan Satpol PP telah memetakan titik-titik rawan tempat mangkal PSK sebelum operasi tersebut.

Terkait fenomena waria dan perempuan PSK, menurut catatan Satpol PP, faktor yang dominan adalah ekonomi.

 

"Faktor ekonomi mendorong mereka memenuhi kebutuhan dasar dengan cara seperti itu. Kemudian faktor skill. Mereka merasa tidak memiliki keterampilan sehingga harus melakukan itu," papar Suhardi.